
Film “Panggil Aku Ayah” menceritakan kisah dua penagih utang, Dedi dan Tatang, yang tiba-tiba harus mengasuh seorang anak perempuan bernama Intan setelah ibunya, Rossa, menjadikan Intan sebagai jaminan utang karena tidak mampu membayar. Awalnya, mereka hanya menganggap Intan sebagai beban, namun lambat laun, mereka mulai terlibat secara emosional dan tumbuh ikatan yang kuat dengan Intan. Film ini mengeksplorasi arti keluarga yang tidak selalu harus berdasarkan ikatan darah, serta perjuangan menjadi orang tua dalam situasi yang tidak terduga. Berikut beberapa poin penting dari film “Panggil Aku Ayah”:

- Dua penagih utang:Dedi dan Tatang, yang hidupnya keras dan tidak terbiasa dekat dengan anak-anak, harus berhadapan dengan tanggung jawab baru.
- Intan sebagai jaminan utang:Rossa, ibu Intan, tidak mampu membayar utang dan menjadikan Intan sebagai jaminan, yang kemudian dibawa oleh Dedi dan Tatang.
- Perkembangan hubungan:Awalnya canggung dan dingin, hubungan antara Dedi, Tatang, dan Intan berubah menjadi hangat dan penuh kasih sayang seiring waktu.
- Tema keluarga:Film ini menyoroti pentingnya kehadiran, perhatian, dan cinta dalam keluarga, bahkan jika tidak didasari oleh ikatan darah.
- Adaptasi film Korea:“Panggil Aku Ayah” adalah adaptasi dari film Korea berjudul PAWN (2020).
- Pesan moral:Film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya kemanusiaan dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.