Menyikapi Film Animasi Merah Putih: One For All - wartabuana

Merah Putih: One For All, terlihat bahwa film animasi ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo dan diproduseri oleh Toto Soegriwo dengan dukungan dari Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Poster menampilkan delapan karakter anak-anak dengan latar bendera Merah Putih yang berkibar. Film ini diklaim sebagai film animasi anak Indonesia pertama yang mengusung tema kebangsaan.

Film Merah Putih: One For All menuai banyak kritik kritik dari warganet. Para penonton menyoroti kualitas visual animasi yang dinilai kurang memadai untuk layar lebar. Beberapa adegan juga menuai keluhan termasuk suara burung kakatua yang terdengar seperti monyet serta kemunculan senjata yang tersimpan di gudang desa.

“Mohon maaf ini gudang desa apa gudang kartel ada senjata M4 di kotak ijo,” tulis @tamad***. “Salfok sama posternya, kayak cover CD bajakan yang sering gue liat waktu SD,” tulis @guram***.

Cek Fakta: Film Animasi Merah Putih One for All Berlatar Gudang Senjata

“Sebagai animator 3D dari Indonesia, film animasi Merah Putih One For All adalah aib yang menjijikan dan siapa pun seharusnya tidak mengonsumsi sampah ini,” tulis @madak***. “Kukira setelah Jumbo bakal ada animasi animasi Indonesia yang mantap tapi ternyata oh ternyata ada animasi yang mantap buat di hujat,” tulis @akuz***.

Dana sebesar Rp 6,7 miliar

Sinopsis Film Animasi Merah Putih One For All, Tuai Kritik Warganet  Dianggap Aib dan Tidak Layak Tayang - Kelumajang - Halaman 2

Toto Soegriwo mengklarifikasi perbincangan di media sosial khususnya soal dana sebesar Rp 6,7 miliar sebagai biaya produksi film tersebut. Melalui unggahan di akun X @totosoegriwo, ia menegaskan kabar penerimaan dana dari pemerintah itu tidak benar dan merupakan fitnah yang keji. “Kami tidak pernah menerima satu rupiah pun dana dari pemerintah,” tulis Toto di akun X-nya, dilihat Tempo pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Ia meminta masyarakat dan warganet untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Menurutnya, tuduhan yang tidak berdasar tersebut bukan hanya mempengaruhi dirinya secara pribadi melainkan juga berdampak pada keluarganya. “Istri dan anak-anak saya kini mengalami tekanan mental dan rasa tertekan akibat hujatan yang tersebar,” ujar Toto.

Pemerintah mendukung

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan lembaganya tidak bertanggung jawab dalam pembuatan film animasi Merah Putih: One For All. Kementerian Ekonomi Kreatif juga tidak pernah mengalokasikan anggaran untuk produksi film yang dikerjakan oleh Perfiki Kreasindo tersebut.

Irene menjelaskan, keterlibatan kementeriannya hanya sebatas menerima audiensi dari perwakilan tim produksi film animasi itu. “Saya sendiri menerima audiensi tim produksi film beberapa waktu yang lalu, di mana saya menyampaikan beberapa masukan,” ujar Irene melalui akun Instagram miliknya, @irene.umar, pada Senin, 11 Agustus 2025.

Irene menjelaskan, audiensi tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap para pekerja kreatif dan menegaskan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk berkarya selama memberikan dampak positif. Ia menambahkan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif tidak memberikan bantuan apapun, termasuk anggaran, dalam produksi film animasi Merah Putih: One for All. “Kami tidak memberikan bantuan finansial dan tidak memberikan fasilitas promosi,” katanya.

 Jadwal Tayang Cepat

Kritik lain terhadap film animasi ini disampaikan oleh sutradara Hanung Bramantyo. Ia merasa heran karena Merah Putih: One for All bisa mendapatkan jadwal tayang di layar lebar, sementara ratusan film Indonesia lain masih harus mengantre untuk memperoleh kesempatan yang sama. “Kok bisa dapat tanggal tayang di tengah 200 judul film Indonesia yang antre?” ujarnya.

Hanung menilai bahwa kualitas film tersebut masih belum memenuhi standar industri. Hal ini terlihat dari trailer film yang dianggap sederhana dan minim kualitas. “Kalau itu ditayangkan, sudah pasti penonton akan resisten,” hal tersebut disampaikan Hanung melalui akun Instagram @hanungbramantyo pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published.