Film “Lyora: Penantian Buah Hati” menceritakan tentang perjuangan pasangan suami istri, Meutya dan Fajrie, dalam menantikan kehadiran buah hati mereka. Film ini menyoroti kisah nyata Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, yang menjalani program kehamilan, termasuk bayi tabung, dan menghadapi berbagai tantangan, termasuk keguguran, dalam usahanya untuk memiliki anak. Berikut beberapa poin penting mengenai film ini:

Film Lyora: Penantian Buah Hati, Kisah Nyata Meutya Hafid Hadapi Penantian  Panjang Buah Hati - Radar Nganjuk
  • Fokus pada perjuangan IVF:Film ini menjadi yang pertama di Indonesia yang mengangkat kisah perjuangan pasangan suami istri dalam menjalani program bayi tabung (IVF). 
  • Kisah nyata Meutya Hafid:Film ini didasarkan pada kisah nyata Meutya Hafid dan suaminya, Fajrie, yang berjuang untuk memiliki anak hingga akhirnya Meutya hamil di usia 44 tahun, menurut Tempo.co. 
  • Perjuangan dan harapan:Film ini menyoroti perjuangan mereka dalam menghadapi tantangan medis, kegagalan, dan tekanan sosial, namun juga memperlihatkan harapan dan keajaiban dalam proses kehamilan. 
  • Peran pasangan:Film ini juga menyoroti pentingnya dukungan suami dalam perjuangan istri, menunjukkan bahwa penantian memiliki anak adalah perjuangan bersama, menurut Tempo.co. 
  • Isu infertilitas:Film ini mengangkat isu infertilitas yang seringkali menjadi masalah yang tidak banyak dibicarakan secara terbuka, menurut Media Indonesia. 
  • Pesan moral:Film ini ingin menyampaikan pesan bahwa perjuangan memiliki anak adalah perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, dan pentingnya dukungan serta harapan dalam menghadapi situasi tersebut, menurut Tempo.co. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.